Xiaomi Mi Note 10 dikenal sebagai salah satu ponsel pertama di dunia yang mengusung sensor kamera 108 MP. Sejak diluncurkan, perangkat ini menjadi primadona bagi pecinta fotografi seluler. Namun, di balik spesifikasi angka yang bombastis, terdapat sejumlah fitur tersembunyi dan teknik pengaturan yang sering kali luput dari perhatian pengguna awam. Memahami fitur-fitur ini akan membawa hasil foto Anda ke level yang lebih profesional.
Banyak pengguna hanya mengandalkan mode otomatis (pixel binning) yang menghasilkan foto 27 MP. Padahal, untuk kebutuhan cetak besar atau cropping ekstrem, mode 108 MP adalah kunci. Agar hasilnya maksimal, pastikan Anda menggunakan tripod atau menjaga tangan tetap stabil karena mode ini membutuhkan waktu proses yang sedikit lebih lama. Fitur tersembunyi di sini adalah kemampuan sensor untuk menangkap rentang dinamis yang sangat luas jika Anda mengambil foto di tempat dengan pencahayaan yang cukup terang.
Fitur Pro pada Mi Note 10 bukan sekadar hiasan. Salah satu fitur yang sangat membantu fotografer adalah "Focus Peaking". Saat Anda menggeser fokus secara manual, ponsel akan memberikan garis penanda berwarna pada bagian objek yang berada dalam fokus tajam. Ini sangat berguna bagi Anda yang suka memotret subjek makro atau ingin memastikan detail terkecil pada mata subjek potret tetap tajam.
Sering merasa warna foto Anda terlalu kuning atau terlalu biru? Di dalam Pro Mode, Anda bisa mengatur suhu warna (White Balance) secara manual menggunakan skala Kelvin. Untuk suasana senja yang hangat, geser ke angka yang lebih tinggi. Untuk kesan dramatis atau suasana malam yang dingin, geser ke angka yang lebih rendah. Ini adalah rahasia untuk menciptakan mood foto yang tidak bisa dicapai oleh mode otomatis standar.
Mi Note 10 memiliki lensa makro khusus. Kesalahan umum pengguna adalah mencoba mendekat terlalu cepat sehingga fokus meleset. Fitur tersembunyi untuk hasil makro yang tajam adalah menggunakan "Grid" di layar kamera agar subjek berada tepat di titik tengah (interseksi garis). Selain itu, pastikan cahaya cukup; karena sensor makro berukuran kecil, ia membutuhkan banyak cahaya untuk menghindari noise atau bintik-bintik pada foto.
Jika Anda serius dalam fotografi, jangan simpan foto hanya dalam format JPEG. Masuklah ke pengaturan Pro Mode dan aktifkan format RAW. File RAW menyimpan data mentah dari sensor yang belum dikompresi oleh sistem kamera Xiaomi. Dengan data ini, Anda bisa memperbaiki eksposur yang gelap atau mengatur ulang kontras melalui aplikasi editing seperti Adobe Lightroom tanpa merusak kualitas gambar (kehilangan detail).
Mode malam di Mi Note 10 bekerja dengan menggabungkan beberapa eksposur menjadi satu foto yang bersih dari noise. Namun, fitur tersembunyi yang jarang diketahui adalah kemampuan untuk membatalkan proses jika tangan Anda bergerak. Jika Anda merasa posisi kamera belum pas, jangan ragu untuk mengulangi pengambilan foto. Selain itu, mode malam ini juga bekerja dengan sangat baik pada lensa ultrawide untuk menciptakan foto lanskap kota di malam hari yang dramatis.
Saat Anda menyentuh layar untuk fokus, akan muncul ikon matahari di samping kotak fokus. Geser ke atas atau bawah untuk mengatur eksposur. Tips tersembunyi: jika Anda memotret cahaya lampu kota, turunkan sedikit eksposur agar lampu tidak terlihat pecah (overexposure) dan detail bangunan di sekitarnya tetap terlihat indah.
Dengan menguasai fitur-fitur tersembunyi tersebut, Xiaomi Mi Note 10 bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan kamera saku bertenaga yang mampu bersaing dengan kamera profesional. Kuncinya adalah eksperimen dan keberanian untuk keluar dari mode otomatis.